Manfaat Layanan Book Delivery bagi Pustakawan dan Pemustaka

Manfaat Layanan Book Delivery bagi Pustakawan dan Pemustaka

Layanan book delivery memberikan manfaat signifikan bagi pustakawan dan pemustaka di perpustakaan Indonesia, terutama dalam meningkatkan akses informasi di era pandemi dan new normal. Inovasi ini memudahkan pemustaka mendapatkan buku tanpa kunjungan fisik, sementara pustakawan dapat mengoptimalkan peran mereka dalam layanan alternatif.
 

Manfaat bagi pemustaka

  1. Kemudahan akses tanpa datang ke perpustakaan

    • Pemustaka bisa memesan dan menerima buku dari rumah/kos/kantor, sehingga tetap dapat menggunakan koleksi meskipun ada keterbatasan mobilitas (pandemi, sakit, difabel, jarak jauh).

    • Kondisi ini sangat membantu mahasiswa yang sedang KKN, magang, atau pulang kampung tetapi tetap membutuhkan referensi cetak untuk tugas dan skripsi.

  2. Efisiensi waktu dan biaya pribadi

    • Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya transport berulang kali ke perpustakaan, cukup membayar ongkos kirim yang sering kali sebanding atau bahkan lebih murah dibanding ongkos perjalanan pulang–pergi.

    • Waktu yang biasanya habis di perjalanan dan antrean bisa dialihkan untuk membaca, menulis, atau mengerjakan tugas.

  3. Mendukung pembelajaran jarak jauh dan riset

    • Saat kuliah daring atau blended learning, pemustaka tetap bisa mengakses koleksi fisik yang belum tersedia dalam bentuk e-book, misalnya buku teks tertentu atau koleksi lokal.

    • Hal ini membantu menjaga kontinuitas proses belajar dan penelitian, karena referensi tercetak tetap dapat digunakan tanpa hambatan lokasi.

  4. Peningkatan kenyamanan dan pengalaman layanan

    • Proses pemesanan yang biasanya berbasis katalog online dan formulir digital membuat pemustaka merasa lebih “dilayani” secara personal.

    • Adanya notifikasi status pemesanan dan pengiriman (via WhatsApp, email, atau sistem) menambah rasa aman karena pengguna tahu posisi buku yang dipesan.

Manfaat bagi pustakawan

  1. Sarana inovasi layanan sirkulasi

    • Layanan book delivery menjadi ruang bagi pustakawan untuk berinovasi di luar pola sirkulasi tradisional (datang–pinjam–pulang).

    • Inovasi bisa muncul pada aspek alur kerja (workflow), pemanfaatan aplikasi, integrasi dengan kurir, hingga pengemasan buku.

  2. Peningkatan pemanfaatan koleksi (collection usage)

    • Koleksi cetak yang sebelumnya kurang terjamah, terutama saat kunjungan fisik menurun, berpeluang lebih sering dipinjam karena hambatan lokasi berkurang.

    • Data sirkulasi dari layanan antar dapat menjadi bukti bahwa koleksi tetap relevan dan dimanfaatkan, sehingga mendukung argumentasi pengadaan dan pengembangan koleksi.

  3. Penguatan citra dan positioning perpustakaan

    • Perpustakaan yang menyediakan layanan book delivery dipandang lebih responsif, modern, dan peduli pada kebutuhan pengguna.

    • Citra positif ini dapat meningkatkan kepercayaan pimpinan institusi serta menjadi nilai tambah saat akreditasi atau penilaian mutu layanan.

  4. Pengembangan kompetensi pustakawan

    • Pustakawan terdorong untuk menguasai teknologi pemesanan online, manajemen data pemustaka, koordinasi dengan pihak logistik, serta komunikasi digital (chat, email, media sosial).

    • Kompetensi ini relevan dengan tuntutan profesi pustakawan era digital yang menuntut kemampuan teknis, manajerial, dan customer service sekaligus.


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak