Manfaat Layanan Book Delivery bagi Pustakawan dan Pemustaka
Manfaat bagi pemustaka
Kemudahan akses tanpa datang ke perpustakaan
Pemustaka bisa memesan dan menerima buku dari rumah/kos/kantor, sehingga tetap dapat menggunakan koleksi meskipun ada keterbatasan mobilitas (pandemi, sakit, difabel, jarak jauh).
Kondisi ini sangat membantu mahasiswa yang sedang KKN, magang, atau pulang kampung tetapi tetap membutuhkan referensi cetak untuk tugas dan skripsi.
Efisiensi waktu dan biaya pribadi
Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya transport berulang kali ke perpustakaan, cukup membayar ongkos kirim yang sering kali sebanding atau bahkan lebih murah dibanding ongkos perjalanan pulang–pergi.
Waktu yang biasanya habis di perjalanan dan antrean bisa dialihkan untuk membaca, menulis, atau mengerjakan tugas.
Mendukung pembelajaran jarak jauh dan riset
Saat kuliah daring atau blended learning, pemustaka tetap bisa mengakses koleksi fisik yang belum tersedia dalam bentuk e-book, misalnya buku teks tertentu atau koleksi lokal.
Hal ini membantu menjaga kontinuitas proses belajar dan penelitian, karena referensi tercetak tetap dapat digunakan tanpa hambatan lokasi.
Peningkatan kenyamanan dan pengalaman layanan
Proses pemesanan yang biasanya berbasis katalog online dan formulir digital membuat pemustaka merasa lebih “dilayani” secara personal.
Adanya notifikasi status pemesanan dan pengiriman (via WhatsApp, email, atau sistem) menambah rasa aman karena pengguna tahu posisi buku yang dipesan.
Manfaat bagi pustakawan
Sarana inovasi layanan sirkulasi
Layanan book delivery menjadi ruang bagi pustakawan untuk berinovasi di luar pola sirkulasi tradisional (datang–pinjam–pulang).
Inovasi bisa muncul pada aspek alur kerja (workflow), pemanfaatan aplikasi, integrasi dengan kurir, hingga pengemasan buku.
Peningkatan pemanfaatan koleksi (collection usage)
Koleksi cetak yang sebelumnya kurang terjamah, terutama saat kunjungan fisik menurun, berpeluang lebih sering dipinjam karena hambatan lokasi berkurang.
Data sirkulasi dari layanan antar dapat menjadi bukti bahwa koleksi tetap relevan dan dimanfaatkan, sehingga mendukung argumentasi pengadaan dan pengembangan koleksi.
Penguatan citra dan positioning perpustakaan
Perpustakaan yang menyediakan layanan book delivery dipandang lebih responsif, modern, dan peduli pada kebutuhan pengguna.
Citra positif ini dapat meningkatkan kepercayaan pimpinan institusi serta menjadi nilai tambah saat akreditasi atau penilaian mutu layanan.
Pengembangan kompetensi pustakawan
Pustakawan terdorong untuk menguasai teknologi pemesanan online, manajemen data pemustaka, koordinasi dengan pihak logistik, serta komunikasi digital (chat, email, media sosial).
Kompetensi ini relevan dengan tuntutan profesi pustakawan era digital yang menuntut kemampuan teknis, manajerial, dan customer service sekaligus.
